Bekasi, 20/08/2026 - Persiapan memasuki dunia kerja menjadi salah satu hal penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya bagi siswa kelas XII yang sebentar lagi menyelesaikan pendidikan. Hal tersebut turut menjadi perhatian dalam pertemuan antara SMK Teratai Putih Global 1 dengan PT Terex yang membahas persiapan siswa menuju dunia kerja melalui sistem ijon.
Dalam konteks pendidikan vokasi, sistem ijon merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses ketika industri mulai menjaring atau mempersiapkan calon tenaga kerja sebelum siswa menyelesaikan pendidikannya. Dengan demikian, siswa tidak hanya dipersiapkan untuk memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki kesiapan untuk memasuki lingkungan kerja setelah lulus.
Kehadiran PT Terex menjadi relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi, terutama bagi siswa yang memiliki kompetensi di bidang teknik jaringan dan telekomunikasi. Berdasarkan company profile perusahaan, PT Terex didirikan pada 2008 dan pada 2018 memperluas bidang usahanya ke sektor telekomunikasi, khususnya VSAT, serta solusi tenaga surya.
Dalam menjalankan kegiatannya, PT Terex menangani berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan infrastruktur telekomunikasi. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam operasi dan pemeliharaan menara, sistem daya, BTS, serta VSAT di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya adalah operasi dan pemeliharaan pada 32 lokasi di Papua.
Selain itu, PT Terex juga memiliki pengalaman dalam instalasi VSAT, instalasi tower BTS, instalasi sistem tenaga surya, hingga pemeliharaan tower, power, VSAT, dan akses internet di wilayah Sumatera, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Hal tersebut menunjukkan bahwa dunia industri telekomunikasi membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis sekaligus kesiapan untuk bekerja di lapangan. Dalam company profile-nya, PT Terex juga mencantumkan kompetensi yang berkaitan dengan keselamatan kerja, seperti sertifikasi teknisi kelistrikan K3, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta Working at Height (WAH).

Bagi siswa kelas XII, pembahasan mengenai sistem ijon dapat menjadi gambaran bahwa persiapan memasuki dunia kerja sebaiknya dilakukan sejak masih berada di bangku sekolah. Kemampuan yang diperoleh selama pembelajaran perlu dipadukan dengan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi standar dan lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Melalui hubungan antara sekolah dan industri, siswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan dunia kerja setelah lulus. Bagi industri, keterlibatan sejak siswa masih berada di sekolah juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengenali dan mempersiapkan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Pertemuan dengan PT Terex pun menjadi salah satu gambaran bahwa perjalanan siswa SMK tidak berhenti pada kelulusan. Bagi siswa kelas XII, dunia kerja sudah mulai berada di depan mata, sehingga masa sekolah menjadi waktu penting untuk mempersiapkan kompetensi dan karakter sebelum benar-benar terjun ke industri.
EN
ID